Masyarakat adat Kajang dicirikan dengan pakaian serba hitam. Makna hitam ini menurut pemuka adat melambangkan kebersahajaan. Nilai kebersahajaan ini tidak saja dapat dilihat dari pakaian itu, melainkan juga terlihat dari rumah penduduk yang mendiami daerah dalam kawasan ini. Dari hasil observasi di lapangan diketahui bahwa tidak ada satupun rumah di dalam kawasan adat ini yang berdinding tembok. Semuanya berdindingpapan dan beratap rumbia,...
Rabu, 18 Desember 2013
Senin, 16 Desember 2013
Pengaruh modernisasi terhadap suku Kajang
Posted on 01.42 by DAPUR AALEYAH
Konon, suku Kajang adalah wilayah yang tidak tersentuh oleh kebudayaan
dari luar. Ketika Kristen mulai masuk ke Toraja dan Islam dianut sebagai
besar rakyat Kerajaan Gowa dan Bone, Suku Kajang tetap percaya dengan
alam, bahkan terus menjaganya hingga kini. Tanatoa yang mereka
huni pun diyakini sebagai pusat bumi. Memetik buah pun tidak
sembarangan, apalagi menebang pohon. Biarkanlah burung-burung berkicau
merdu, memakan buah-buahan,...
Minggu, 15 Desember 2013
Bentuk bangunan rumah Suku Kajang
Posted on 00.58 by DAPUR AALEYAH

Larangan membangun rumah dengan bahan bakunya batu-bata. Menurut pasang, hal ini adalah pantangan, karena hanya orang mati yang telah berada di dalam liang lahat yang diapit oleh tanah. Rumah yang bahan bakunya berasal dari batu-bata, meskipun penghuninya masih hidup namun secara prinsip mereka dianggap sudah mati, karena sudah dikelilingi oleh tanah.
Apabila diperhatikan hal tersebut lebih jauh, maka sebenarnya pantangan...
Sabtu, 14 Desember 2013
Konjo, Itulah bahasa keseharian kami
Posted on 20.41 by DAPUR AALEYAH
Huruf Lontarak
Bahasa Konjo, juga disebut sebagai Basa Konjo adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Kajang, penduduk Sulawesi Selatan, Indonesia. Bahasa ini dimasukkan ke dalam suatu rumpun bahasa Makassar yang sendirinya merupakan bagian dari rumpun bahasa Sulawesi Selatan dalam cabang Melayu-Polinesia dari rumpun bahasa Austronesia dimana penggunaan bahasanya 80% hampir sama dengan bahasa Makassar walaupun kadang dengan pengucapan yang agak...
Rabu, 11 Desember 2013
Semua hitam adalah sama
Posted on 10.35 by DAPUR AALEYAH
Hitam merupakan sebuah warna adat yang kental akan kesakralan dan bila kita memasuki kawasan ammatoa pakaian kita harus berwarna hitam. Warna hitam mempunyai makna bagi Mayarakat Ammatoa sebagai bentuk persamaan dalam segala hal, termasuk kesamaan dalam kesederhanaan. tidak ada warna hitam yang lebih baik antara yang satu dengan yang lainnya.
Semua hitam adalah sama. Warna hitam menunjukkan
kekuatan, kesamaan derajat bagi setiap orang di...
Jumat, 06 Desember 2013
Melihat dari dekat suku Kajang di Bulukumba
Posted on 23.13 by DAPUR AALEYAH
Suku Kajang adalah salah satu suku yang tinggal di pedalaman Makassar,
Sulawesi Selatan. Secara turun temurun, mereka tinggal di Kecamatan
Kajang, Kabupaten Bulukumba. Bagi mereka, daerah itu dianggap sebagai
tanah warisan leluhur dan mereka menyebutnya, Tana Toa.
Di Tana Toa, suku Kajang terbagi menjadi dua kelompok, Kajang Dalam dan
Kajang Luar. Suku Kajang Luar hidup dan menetap di tujuh desa di
Bulukumba. Sementara suku Kajang...
Langganan:
Postingan (Atom)