Rabu, 18 Desember 2013

Interaksi manusia adat Kajang dengan lingkungannya

Masyarakat adat Kajang dicirikan dengan pakaian serba hitam. Makna hitam ini menurut pemuka adat melambangkan kebersahajaan. Nilai kebersahajaan ini tidak saja dapat dilihat dari pakaian itu, melainkan juga terlihat dari rumah penduduk yang mendiami daerah dalam kawasan ini. Dari hasil observasi di lapangan diketahui bahwa tidak ada satupun rumah di dalam kawasan adat ini yang berdinding tembok. Semuanya berdindingpapan dan beratap rumbia,...

Senin, 16 Desember 2013

Pengaruh modernisasi terhadap suku Kajang

 Konon, suku Kajang adalah wilayah yang tidak tersentuh oleh kebudayaan dari luar. Ketika Kristen mulai masuk ke Toraja dan Islam dianut sebagai besar rakyat Kerajaan Gowa dan Bone, Suku Kajang tetap percaya dengan alam, bahkan terus menjaganya hingga kini.  Tanatoa yang mereka huni pun diyakini sebagai pusat bumi. Memetik buah pun tidak sembarangan, apalagi menebang pohon. Biarkanlah burung-burung berkicau merdu, memakan buah-buahan,...

Minggu, 15 Desember 2013

Bentuk bangunan rumah Suku Kajang

Larangan membangun rumah dengan bahan bakunya batu-bata. Menurut pasang, hal ini adalah pantangan, karena hanya orang mati yang telah berada di dalam liang lahat yang diapit oleh tanah. Rumah yang bahan bakunya berasal dari batu-bata, meskipun penghuninya masih hidup namun secara prinsip mereka dianggap sudah mati, karena sudah dikelilingi oleh tanah.  Apabila diperhatikan hal tersebut lebih jauh, maka sebenarnya pantangan...

Sabtu, 14 Desember 2013

Konjo, Itulah bahasa keseharian kami

Huruf Lontarak Bahasa Konjo, juga disebut sebagai Basa Konjo adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Kajang, penduduk Sulawesi Selatan, Indonesia. Bahasa ini dimasukkan ke dalam suatu rumpun bahasa Makassar yang sendirinya merupakan bagian dari rumpun bahasa Sulawesi Selatan dalam cabang Melayu-Polinesia dari rumpun bahasa Austronesia dimana penggunaan bahasanya 80% hampir sama dengan bahasa Makassar walaupun kadang dengan pengucapan yang agak...

Rabu, 11 Desember 2013

Semua hitam adalah sama

Hitam merupakan sebuah warna adat yang kental akan kesakralan dan bila kita memasuki kawasan ammatoa pakaian kita harus berwarna hitam. Warna hitam mempunyai makna bagi Mayarakat Ammatoa sebagai bentuk persamaan dalam segala hal, termasuk kesamaan dalam kesederhanaan. tidak ada warna hitam yang lebih baik antara yang satu dengan yang lainnya. Semua hitam adalah sama. Warna hitam menunjukkan kekuatan, kesamaan derajat bagi setiap orang di...

Jumat, 06 Desember 2013

Melihat dari dekat suku Kajang di Bulukumba

Suku Kajang adalah salah satu suku yang tinggal di pedalaman Makassar, Sulawesi Selatan. Secara turun temurun, mereka tinggal di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Bagi mereka, daerah itu dianggap sebagai tanah warisan leluhur dan mereka menyebutnya, Tana Toa.  Di Tana Toa, suku Kajang terbagi menjadi dua kelompok, Kajang Dalam dan Kajang Luar. Suku Kajang Luar hidup dan menetap di tujuh desa di Bulukumba. Sementara suku Kajang...